Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • BEBAS PUSTAKA
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Gambaran kejadian katarak ditinjau dari jenis kelamin dalam kelompok usia di RS Bella Bekasi

Tedo Yudhistira - Nama Orang; Abdul Manan Ginting - Nama Orang; Andri Agus Syah - Nama Orang;

Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi lensa, denaturasi protein lensa, atau akibat kedua-duanya. Biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif (Mansjoer. 2008). Katarak berasal dari bahasa Yunani Katarrhakies, Inggris Cataract, dan Latin Cataracta yang berarti air terjun, karena orang yang menderita katarak mempunyai penglihatan yang kabur seolah-olah tertutup oleh air terjun. Pada mata sehat, lensa yang jernih berfungsi meneruskan cahaya ke dalam mata agar mata dapat memfokuskan benda dari jarak yang berbeda-beda. Sebaliknya pada penderita katarak, lensa mata yang keruh menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata dapat terpencar dan mengakibatkan penglihatan kabur. Penyebab utama katarak adalah penuaan usia, tetapi banyak hal lain yang dapat terlibat seperti genetik, trauma mata, penyakit diabetes militus, tekanan darah tinggi (hipertensi), merokok, mengkosumsi alkohol dan radiasi UV (Ilyas. 2014). Secara umum stadium katarak dapat di klasifikasikan menjadi 4 kategori :
1. Katarak Insipien Ini merupakan stadium satu (awal), dimana kekeruhan lensa mata masih sangat minim, bahkan terkadang sulit terlihat tanpa menggunakan alat bantu periksa. Pada tahap ini seringkali penderitanya tidak merasakan keluhan atau gangguan pada penglihatannya, sehingga cenderung diabaikan. Kekeruhan mulai dari tepi ekuator berbentuk jeruji menuju korteks anterior dan posterior. Pada katarak insipient kekeruhan ini dapat menimbulkan poliopia oleh karena indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. Bentuk ini kadang-kadang menetap untuk waktu yang lama.
2. Katarak Immatur Merupakan stadium dua, dimana kekeruhan lensa mata yang lebih tebal tetapi belum mengenai seluruh lensa sehingga masih terdapat bagian- 7 bagian yang jernih pada lensa. Pada stadium ini terjadi hidrasi kortek yang mengakibatkan lensa menjadi bertambah cembung. Pencembungan lensa akan mmberikan perubahan indeks refraksi dimana mata akan menjadi mioptik. Kecembungan ini akan mengakibatkan pendorongan iris kedepan sehingga bilik mata depan akan lebih sempit.
3. Katarak Matur Merupakan stadium tiga (tahap lanjut), dimana kekeruhan telah mengenai seluruh massa lensa. Kekeruhan ini terjadi akibat deposit ion Ca yang menyeluruh. Pada tahap ini bila dibiarkan saja akan menjadi katarak dengan kandungan air berlebih, yang dapat memblok pupil dan menyebabkan tekanan pada bola mata meningkat.
4. Katarak Hipermatur Merupakan stadium empat (tahap sangat lanjut), dimana kekeruhan telah mengenai seluruh massa lensa dan telah mengalami proses degenerasi lanjut, dapat menjadi lembek dan mencair. Masa lensa telah mencair dan sudah merembes melalui kapsul lensa dan bisa menyebabkan perdangan pada struktur mata yang lainya. Pada tahap ini penglihatan sudah sangat menghilang dan sudah masuk ke fase glaukoma atau kebutaan.


Ketersediaan
KTI00192KTI KR 20 00192Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2020)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI KR 20 00192
Penerbit
Jakarta : ARO Leprindo Jakarta., 2020
Deskripsi Fisik
50 hlm.: ilus.; 31 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
KTI KR
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Tedo Yudhistira
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Harap masuk untuk melihat lampiran
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta
  • Repository
  • e-Journal Optometri
  • Website

Tentang Kami

Yayasan Lembaga Pendidikan Refraksionist Optisien Indonesia (LEPRINDO) didirikan pada 16 Mei 1978 dan Institusi dahulu bernama “Institusi Refraksionis Optisien”, yang awalnya menyelenggarakan program Diploma I. Dengan berjalannya waktu, serta kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tenaga Ahli Madya Refraksionis Optisien, maka sejak tahun 1986 berubah menjadi program pendidikan jenjang Diploma III Ahli Madya Refraksionis Optisien dan Institusi bernama “AKADEMI REFRAKSI OPTISI LEPRINDO JAKARTA” yang hingga saat ini telah meluluskan sebanyak 43 angkatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Permohonan Koleksi Baru Feedback Pemustaka Cek Plagiasi Karya Tulis Ilmiah

© 2026 — Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik