Text
Analisis perbandingan metode duochrome tes dan cross cylinder statis pada pemeriksaan subyektif penentuan titik akhir monokuler di Optik Melawai Tunjungan Plaza Surabaya bulan Januari-Maret 2020
Pemeriksaan refraksi subyektif adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang Refraksionis Optisi oleh karena itu sebagai mahasiswa Akademi Refraksionis Optisi harus mampu melakukan pemeriksaan refraksi subyektif. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui jenis kelainan refraksi dan mengukur besarnya kelainan tersebut yang perlu dikoreksi.
Dalam melaksanakan pemeriksaan subyektif kita harus mengerti dan mampu melakukan pemeriksaan sesuai dengan tahapan-tahapan pemeriksaan refraksi subyektif sehingga mendapatkan besarnya ukuran yang maksimal.
Adanya dua tehnik dalam penentuan titik akhir monokuler membuat saya sebagai penulis tertarik tentang hasil dari perbandingan dari pemeriksaan kedua metode penentuan titik akhir monokuler, sehingga dapat menentukan penggunaan metode pemeriksaan yang tepat khususnya pada penentuan titik akhir monokuler.
Penelitian ini akan di laksanakan di Optik Melawai Tunjungan Plaza Surabaya tempat dimana si penulis bekerja. Harapan saya sebagai penulis adalah hal ini dapat sebagai masukan untuk seluruh Refrasionis Optisi yang membaca karya tulis ini agar dapat memilih tehnik pemeriksaan yang cepat dan tepat untuk klien.
| KTI00233 | KTI KR 20 00233 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2020) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain