Text
Pengaruh base curve terhadap kenyamanan pada pemula lensa kontak di Akademi Refraksi Optisi LEPRINDO Jakarta tahun 2022
Lensa kontak adalah alat bantu penglihatan yang diletakkan di permukaan kornea, Setiap tahunnya jumlah pengguna lensa kontak semakin meningkat. Secara keseluruhan pengguna lensa kontak di dunia mencapai 140 juta jiwa, baik lensa kontak untuk memperbaiki kelainan refraksi maupun kosmetik. Base curve adalah kelengkungan permukaan posterior tengah lensa, yang berdekatan dengan kornea, digambarkan oleh jari-jari kelengkungannya. Base curve dihitung dari hasil keratometri menjadi flatk k + 10% (flat k). Kenyamanan mata merupakan terpenuhinya kebutuhan seseorang untuk mampu melihat lebih jelas dan tajam disertai dengan perasaan segar, sehat, tidak terganggu, dan dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan leluasa, bebas, dan tanpa gangguan.
Metode penelitian ini menggunakan purposive sampling. Dengan 37 responden yang mempunyai hasil keratometri range H 7, 250 mm – 8, 175 mm dan V 7, 10 mm – 8, 10 mm dan dipasang dengan base curve lensa kontak lunak yang berbeda antara mata kanan dan mata kiri : mata kanan 8.5 mm atau 8.6 mm dan mata kiri 9.0 mm. Penilaiaan fitting dinilai terlebih dahulu. Setelah fitting, initial comfort dan ditanyakan dengan menggunakan skala 1 -5 dimana skor 1 tidak nyaman dan skor 5 sangat nyaman kemudian setelah 10 menit dinilai final comfort.
Pada penelitian initial comfort dengan base curve 8.5 mm skor nyaman dan sangat nyaman adalah 80.7% sementara dengan base curve 9.0 mm adalah 32.4%. pada penelitian final comfort setelah pemakaian 10 menit untuk base curve 8.5 mm skor nyaman dan sangat nyaman 100% sementara untuk base curve 9.0 mm dengan skor kenyamanan yang sama mencapai 78,3%.
Penelitian ini menunjukkan ukuran base curve mempunyai pengaruh kenyamanan secara keseluruhan.
| KTI00055 | KTI LK 22 00055 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2022) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain