Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • BEBAS PUSTAKA
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Pengaruh intensitas penerangan terhadap kelelahan mata pada warga Ciputat RT.03/RW.07 tahun 2022

Nurul Meysi Novianti - Nama Orang; Taufik Hadi - Nama Orang; Ade Setiawan Kuncoro - Nama Orang;

Kegiatan di ruang utama iyalah perkerjaan sehari-hari yang perlu mengalokasikan waktu yang panjang bagi para ibu rumah tangga yang ada di ruangan tersebut, karena banyak aktivitas yang menuntut konsentrasi mata pada objek tertentu. Ganguan penglihatan tidak jauh dari adanya cahaya, dikarenakan manusia tidak akan bisat melihat sebuah objek tanpa adanya cahaya yang mengenai objek itu yang selanjutnya akan diteruskan kembali ke mata. Sebab itu, kegiatan di dalam ruangan harus mencermati pencahayaan yang memadai dikarenakan pada jangka panjang bisa menimbulkan efek ketegangan mata kalau tidak diseimbangakan oleh intensitas penerangan yang tepat..
Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini melakukan pengukuran terhadap intensitas penerangan dan kelelahan mata. Jenis penelitian ini dilakukan peneliti untuk mencari pengaruh intensitas penerangan terhadap kelelahan mata yang analisisnya untuk menentukan ada tidaknya pengaruh.
Hasil penelitian besar intensitas penerangan pada lokasi observasi dalam hal ini adalah ruang keluarga masing-masing responden hanya sebagian kecil yang memenuhi standar yang berlaku (300 lux) yaitu hanya sebanyak 5 responden saja. Sedangkan 25 responden lainnya intensitas penerangan diruang keluarga mereka masih belum sesuai standar tersebut. Perbandingan antara intensitas penerangan terhadap kelelahan mata pada tabulasi silang menggunakan crosstable menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang besar antara intensitas penerangan terhadap kelelahan mata. Dimana hal tersebut dapat dilihat dari tidak ada responden yang mengalami kelelahan mata pada intensitas penerangan sesuai standar (300 lux). Akan tetapi Ketika intensitas penerangan tidak sesuai standar sebanyak 23 responden mengalami kelelahan mata. Selanjutnya dari perbandingan tersebut juga didapatkan 5 orang responden yang intensitas penerangan mereka sesuai standar (300lux) meraka tidak mengalami salah satu diantara lima tanda kelelahan mata, artinya dengan intensitas penerangan yang cukup, maka mata juga akan menjadi sehat serta nyaman. Uji regresi linier menunjukkan baha hubungan variabel X (Intensitas Penerangan) Terhadap Y (Kelelahan Mata) adalah 65,7%. Uji Hipotesis didasarkan pada perbandingan nilai t: Nilai thitung sebesar 7,326 > ttabel 2,05183 sehingga dapat diambil keputusan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian maka dapat juga diartikan terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas penerangan terhadap kelelahan mata.


Ketersediaan
KTI00057KTI KR 22 00057Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2022)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI KR 22 00057
Penerbit
Jakarta : ARO Leprindo Jakarta., 2022
Deskripsi Fisik
xii, 35 hlm.: ilus.; 31 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
KTI KR
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Intensitas Penerangan
Kelelahan Mata
Lux Meter
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Nurul Meysi Novianti
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Harap masuk untuk melihat lampiran
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta
  • Repository
  • e-Journal Optometri
  • Website

Tentang Kami

Yayasan Lembaga Pendidikan Refraksionist Optisien Indonesia (LEPRINDO) didirikan pada 16 Mei 1978 dan Institusi dahulu bernama “Institusi Refraksionis Optisien”, yang awalnya menyelenggarakan program Diploma I. Dengan berjalannya waktu, serta kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tenaga Ahli Madya Refraksionis Optisien, maka sejak tahun 1986 berubah menjadi program pendidikan jenjang Diploma III Ahli Madya Refraksionis Optisien dan Institusi bernama “AKADEMI REFRAKSI OPTISI LEPRINDO JAKARTA” yang hingga saat ini telah meluluskan sebanyak 43 angkatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Permohonan Koleksi Baru Feedback Pemustaka Cek Plagiasi Karya Tulis Ilmiah

© 2026 — Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik