Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • BEBAS PUSTAKA
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Analisis pemilihan lensa photochromic pada pelanggan dengan kelainan refraksi di Optik Red Green Palangka Raya tahun 2020

Ali Mustofa - Nama Orang; Nova Joko Pamungkas - Nama Orang; Syafi’in - Nama Orang;

Mata adalah bagian dari panca indera yang berfungsi menangkap informasi yang ada disekitarnya mengirim sinyal ke otak untuk diolah sehingga bisa melihat dan membedakan bentuk, warna, tekstur, dan gerak. Salah satu gangguan penglihatan pada mata adalah Kelainan refraksi meliputi Myopia, Hypermetropia, Astigmatism. Dari Kelainan Refraksi tersebut bisa dikoreksi dengan menggunakan lensa kacamata.
Lensa photocromik adalah lensa yang bisa berubah dari bening kegelap dan kembali kebening. Perubahan dari lensa photocromik dipengaruhi oleh sinar Ultraviolet (UV). Lensa ini sangat bagus untuk segala kondisi, baik siang hari atau malam hari, didalam ruangan dan diluar ruangan.
Permintaan lensa photocromik mengalami peningkatan seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata. Salah satu alasan seseorang memilih lensa photocromic adalah melindungi mata dari sinar UV yang sangat berbahaya bagi kesehatan mata.
Lensa photocromik sangat cocok dipakai untuk semua orang, baik dengan status ametropia maupun emetropia. Bisa berfungsi sebagai sunglases atau sebagai kacamata koreksi kelainan refraksi. Keunggulan dari lensa photocromik yang tidak dimiliki oleh lensa yang lain adalah lensa photochromik fleksibel di pakai di dalam dan diluar ruangan juga bisa digunakan sebagai kacamata untuk kelainan refraksi.
Dari hasil penelitian terhadap 30 responden. Berdasarkan karakteristik responden diperoleh data, berdasarkan usia responden, 15 sampel atau 50 % berusia 31-40 tahun, berdasarkan jenis kelamin 19 responden atau 63,3 % berjenis kelamin laki-laki, berdasarkan pekerjaan 11 responden atau 36,7 % sebagai pegawai swasta,dan berdasarkan kelainan refraksi 16 responden atau 53,3 % memiliki kelainan refraksi myopia.
Dari analisis data Karya Tulis ini diperoleh bahwa uji validitas untuk variabel kelainan refraksi dan variabel pemilihan lensa photocromik dinyatakan valid karena setiap pertanyaan mempunyai nilai r hitung > dari r tabel yaitu 0.3061. Hasil Uji reliabilitas bahwa Cronbanch alpha untuk variabel kelainan refraksi 0.709 dan pemilihan lensa 0.878 lebih tinggi dari cronbanch alpha yang diisyaratkan yaitu 0.060 , jadi di nyatakan bahwa hasil instrument ini dinyatakan mempunyai reliabilitas tinggi atau dapat dipercaya. Berdasarkan hasil uji normalitas nilai signifikansi 0.51 > 0.05,maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Dari uji hipotesis diperoleh data menunjukkant t hitung . dari t tabel yaitu 12.105 > dari 2.0494 maka H0 ditolak ( H1 diterima ) berarti kelainan refraksi mempengaruhi terhadap pemilihan lensa photocromik.


Ketersediaan
KTI00227KTI KO 20 00227Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2020)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI KO 20 00227
Penerbit
Jakarta : ARO Leprindo Jakarta., 2020
Deskripsi Fisik
xii, 42 hlm.: ilus.; 31 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
KTI KO
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
kelainan refraksi
Permintaan
Ultraviolet
Photocromik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Ali Mustofa
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Harap masuk untuk melihat lampiran
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta
  • Repository
  • e-Journal Optometri
  • Website

Tentang Kami

Yayasan Lembaga Pendidikan Refraksionist Optisien Indonesia (LEPRINDO) didirikan pada 16 Mei 1978 dan Institusi dahulu bernama “Institusi Refraksionis Optisien”, yang awalnya menyelenggarakan program Diploma I. Dengan berjalannya waktu, serta kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tenaga Ahli Madya Refraksionis Optisien, maka sejak tahun 1986 berubah menjadi program pendidikan jenjang Diploma III Ahli Madya Refraksionis Optisien dan Institusi bernama “AKADEMI REFRAKSI OPTISI LEPRINDO JAKARTA” yang hingga saat ini telah meluluskan sebanyak 43 angkatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Permohonan Koleksi Baru Feedback Pemustaka Cek Plagiasi Karya Tulis Ilmiah

© 2026 — Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik