Text
Pengaruh Durasi Penggunaan Smartphone Terhadap Kelainan Refraksi Pada Remaja di Optik Semesta Banyuwangi Tahun 2023
Kelainan refraksi adalah masalah mata yang umum terjadi pada remaja, dan penggunaan smartphone yang berlebihan telah menjadi tren yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Remaja menghabiskan waktu yang signifikan dengan menggunakan smartphone untuk keperluan pendidikan, hiburan, dan interaksi sosial. Namun, penggunaan yang berlebihan dan durasi yang panjang dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan mata. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh durasi penggunaan smartphone terhadap kelainan refraksi pada remaja.
Metode penelitian yang digunakan meliputi survei kuesioner dan pemeriksaan mata. Durasi penggunaan smartphone dicatat, dan kelainan refraksi dianalisis melalui pemeriksaan refraksi mata. Partisipan penelitian terdiri dari remaja usia 10-19 tahun sebanyak 62 responden yang menggunakan smartphone secara aktif. Pengumpulan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan melihat nilai persentase, frekuensi dan nilai koefisien determinasi (r square) untuk mengetahui besaran pengaruh antar variabelnya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara durasi penggunaan smartphone dan kelainan refraksi pada remaja dengan nilai r square 79,3%. Remaja yang menggunakan smartphone lebih dari lima jam sehari memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kelainan refraksi, seperti myopia dan astigmatisme. Dari 62 sampel menunjukkan bahwa kelainan refraksi akibat durasi penggunaan smartphone didominasi oleh perempuan (74,2%), dengan usia terbanyak 19 tahun (37,1%), dengan jenjang pendidikan SMA (37,1%). Pengguna smartphone dengan durasi lebih dari lima jam sehari mencapai
83,9%. Kelainan refraksi yang dialami secara keseluruhan (100%) melibatkan kedua mata/bilateral. Diagnosa tersering adalah astigmatisme myopia kompositus pada mata kanan (59,7%) dengan derajat ringan (64,5%) dan mata kiri (56,5%) dengan derajat ringan (59,7%). Dari pemeriksaan visus, 100 % responden yang memiliki visus awal < 6/6 setelah dikoreksi sebanyak 90,3% mencapai visus 6/6.
| KTI00295 | KTI KR 23 00295 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2023) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain