0,3061 yang terdapat pada tabel uji validitas kedua variabel. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ada pengaruh antara perokok aktif terhadap kuantitas air mata dengan signifikansi pada uji t atau hipotesis sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa seorang dengan kebiasaan merokok dapat mengurangi kuantitas air mata." />
Text
Pengaruh Perokok Aktif Terhadap Kuantitas Air Mata Di Optik Internasional Malang Tahun 2023
Merokok masih dianggap sebagai perilaku yang wajar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Menurut data Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA), dari regio ASEAN, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak di ASEAN yakni 65,19 juta orang. Salah satu gangguan pada mata adalah gangguan pada kuantitas air mata. Air mata merupakan suatu substansi yang sangat penting dalam menjaga kesehatan mata, karena selain untuk melicinkan permukaan kornea, air mata juga melindungi mata dari pertumbuhan bakteri bakteri. Air mata adalah kelenjar yang diproduksi oleh proses lakrimasi (dari bahasa Latin lacrima, artinya "air mata") untuk membersihkan dan melumasi mata. Air mata merupakan cairan tubuh biasa dengan kandungan garam yang mirip dengan plasma darah. Air mata terdiri dari 98,2% air dan 1,8% zat lainnya. Air mata terdiri dari elektrolit (natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorida, bikarbonat), protein, vitamin, asam amino, glukosa, musin dan lipid. Air mata bersifat isotonik dalam keadaan normal. Osmolalitas film air mata bervariasi dari 295 sampai 309 mOsm/L.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Untuk mengetahui adanya faktor perokok aktif terhadap kuantitas air mata dengan metode schirmer test. Tempat penelitan berada di Optik Internasional Cabang Malang 2 yang beralamat di Jl. Sukarjo Wiryo Pranoto No. 25b Malang, Jawa Timur. Dengan sampel sebanyak 30 responden atau konsumen yang memiliki miopia di usia remaja.
Bedasarkan hasil penelitian oleh data dan schirmer test, dapat disimpulkan bahwa perokok aktif juga berpengaruh terhadap kuantitas airmata dengan nilai validasi >0,3061 yang terdapat pada tabel uji validitas kedua variabel.
Kesimpulan yang dapat diambil bahwa ada pengaruh antara perokok aktif terhadap kuantitas air mata dengan signifikansi pada uji t atau hipotesis sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa seorang dengan kebiasaan merokok dapat mengurangi kuantitas air mata.
| KTI00304 | KTI KR 23 00304 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2023) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |