Text
Hubungan Hasil Pengukuran HVID dan Kelengkungan Kornea Dengan Kelainan Refraksi di RT 002 Kelurahan Pisangan Tahun 2024
Kelainan refraksi adalah kelainan pembiasan sinar pada mata sehingga sinar tidak dapat difokuskan di retina. Kelainan ini terjadi ketika bayangan benda yang datang tidak jatuh tepat pada retina karena bentuk mata yang tidak normal. Pengukuran diameter kornea merupakan dimensi mata dengan perubahan yang dapat mengakibatkan proses normal atau abnormal. kelengkungan kornea pada perempuan sedikit lebih tinggi daripada laki-laki. Hal ini terjadi karena perempuan cenderung memiliki kornea curam yang disebabkan panjang aksial yang lebih pendek daripada laki-laki.
Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer. Untuk mendapatkan data, digunakan teknik pengumpulan data probability sampling dengan metode cluster sampling. Analisa data dilakukan dengan pengelompokan kedalam beberapa kategori dan uji hipotesis menggunakan uji chi square.
Populasi pada penelitian ini merupakan warga Kelurahan Pisangan sebanyak 200 orang dengan sampel sebanyak 144 orang (Jenis kelamin laki-laki 75 orang dan perempuan 69 orang. Usia 7-10 tahun 45 anak, 11-20 tahun 50 orang, dan 21-30 tahun 40 orang).
Dari hasil penelitian disimpulkan tidak ada hubungan antara HVID dengan kelainan refraksi dan juga antara kelengkungan kornea dengan kelainan refraksi karena dari nilai chi square hitung < chi square tabel.
| KTI00344 | KTI LK 24 00344 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2024) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain