Text
Perbandingan Penjualan Kacamata di Optik Provider BPJS dan Optik Non Provider BPJS
Diperkirakan 50% penduduk Indonesia telah menggunakan kacamata sehingga dengan jumlah tersebut dapat mengindikasikan kebutuhan kacamata yang semakin meningkat dengan diiringi banyaknya pengguna teknologi di Indonesia. Menurut data riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, sekitar 90% dari kasus gangguan penglihatan ini diderita oleh keluarga dari masyarakat menengah kebawah.
Penelitian menggunkan metode penelitian kuantitatif. Sumber data menggunakan data primer yaitu hasil kuesioner dan data sekunder yaitu laporan penjualan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, uji validitas dan uji reabilitas.
Populasi sebanyak 590 orang dan sampel sebanyak 238 responden, dimana pelanggan di optik provider BPJS 119 orang dan pelanggan di optik non provider BPJS 119 orang.
Penjualan tertinggi pada tahun 2023 terjadi di optik provider BPJS pada bulan September 2023 dengan jumlah Rp16.960.000 dibandingkan di optik non provider BPJS paling tinggi terjadi di bulan Agustus 2023 dengan jumlah Rp12.190.000 dengan jenis lensa yang paling banyak digunakan responden di optik provider BPJS yaitu lensa bifocal dan lensa progresif dibandingkan responden di optik non provider BPJS yaitu lensa single vision.
| KTI00352 | KTI MO 24 00352 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2024) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain