Text
Hubungan Pengetahuan Orang Tua Terhadap Kelainan Refraksi Pada Remaja di Sekolah MTs Negeri Kota Bogor 2024
Pengetahuan orang tua berpengaruh terhadap penglihatan anak-anak terutama di usia remaja termasuk, orang tua yang memiliki riwayat miopia tinggi merupakan salah satu faktor genetik. Miopia tinggi bila tidak terkoreksi berpengaruh terhadap prestasi belajar. Pemeriksaan secara berkala sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya miopia tinggi pada usia dewasa.
Metode penelitian deskriptif kuantitatif, populasinya siswa kelas satu sampai tiga 960 orang, total Sampel yang digunakan 100 orang tua siswa dengan kelainan refraksi, dengan kriteria inklusi orang tua dari remaja umur 12-15 tahun yang memiliki kelainan refraksi. Sumber data adalah data primer dan data sekunder, teknik pengambilan sampel melalui observasi dan kuesioner.
Hasil penelitian menunjukan orang tua dengan jenis kelamin perempuan tertinggi 68 orang (68%), berdasarkan usia tertinggi berusia 26-45 tahun 62 orang (62%), pekerjaan orang tua tertinggi karyawan swasta 41 orang (41%), usia anak tertinggi usia 13 tahun 44 orang (44%), paling sedikit usia 15 tahun satu orang (1%), jenis kelamin anak terbanyak perempuan 75 orang (75%), kelas anak terbanyak kelas tujuh 58 orang (58%), paling sedikit kelas sembilan, satu orang (1%), kelainan refraksi miopia ringan 84 orang (84%), miopia sedang 14 orang (14%), miopia tinggi dua orang (2%). Hasil uji hipotesis nilai t hitung > t tabel yaitu t hitung 7,508 > t tabel 0,68087.
Kesimpulan pada penelitian ini berdasarkan uji hipotesis dihasilkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan orang tua terhadap kelainan refraksi pada remaja, orang tua perlu memahami dan mengetahui akan pentingnya memperhatikan kelainan refraksi yang dialami oleh anak-anak dan remaja.
| KTI00353 | KTI KR 24 00353 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2024) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain