Text
Gambaran Nilai Konvergensi dan AC/A Pada Mahasiswa ARO Leprindo tahun 2024
Konvergensi mata adalah kemampuan mata untuk bergerak bersamaan ke arah nasal dan berfokus pada objek yang berada pada jarak dekat. Proses ini melibatkan koordinasi antara otot-otot mata, memungkinkan kedua mata untuk berfokus pada objek yang sama dan menciptakan citra yang jelas di otak. Konvergensi berperan penting dalam melihat objek yang dekat dengan memastikan bahwa kedua mata bekerja sama dengan baik. Metode penelitian deskriptif kuantitatif, populasinya seluruh mahasiswa ARO Leprindo Jakarta berjumlah 63 orang, dengan kriteria inklusi memiliki visus 20/20 pada kedua mata. Sumber data adalah data primer. Teknik pengambilan sampel melalui observasi.
Hasil yang diperoleh, pada pengukuran AC/A yang kurang dari 4/1 D atau Konvergensi Insufisiensi sebanyak 40 orang (63%) dan sebanyak 23 orang (37%) yang memiliki nilai AC/A normal. Pada pemeriksaan Near Point Convergence. Hasil penelitian nilai Near Point Convergence yang normal berjumlah 33 orang (52,38%), konvergensi excess berjumlah 28 orang (44,44%), dan konvergensi insufisiensi berjumlah dua orang (3,17%).
Dari pemaparan tersebut menyebabkan mahasiswa sulit atau tidak mampu ketika melihat objek yang dekat, sehingga menyebabkan gejala seperti penglihatan kabur, penglihatan ganda, mata lelah, atau sakit kepala saat melakukan aktivitas jarak dekat. Metode terapi visual dapat membantu melatih atau memperkuat otot bola mata dan meningkatkan kemampuan konvergensi, yaitu dengan latihan pencil to nose, di mana mahasiswa diminta untuk memfokuskan mata pada ujung pensil yang dibawa mendekat ke hidung.
| KTI00355 | KTI KR 24 00355 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2024) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain