Text
Hubungan Sindrom Mata Kering pada Wanita Rentang Usia Menopause pada RW 07 di Kelurahan Pisangan Tahun 2024
Sindrom mata kering adalah penyakit multifaktoral pada air mata dan permukaan yang mengakibatkan gejala ketidaknyamanan, gangguan penglihatan, dan ketidakstabilan lapisan air mata yang berpotensi merusak permukaan mata, disertai dengan peningkatan osmolaritas mata kering dan peradangan pada permukaan mata. Menopause merupakan fase normal pada seorang perempuan ditandai oleh berhentinya menstruasi secara alami. Perubahan dalam fungsi indung telur mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuh, yang memiliki dampak pada berbagai organ dalam tubuh wanita. Ini dapat menyebabkan keluhan fisik yang terkait dengan organ reproduksi maupun organ lainnya.
Penelitian dengan metode kuantitatif, populasi sejumlah 250 responden wanita, sampel berjumlah 154 responden berdasarkan rumus slovin dan sesuai dengan kriteria inklusi. Sumber data primer dengan kuesioner yang dibagikan melalui WhatsApp. Penelitian dilakukan di RW 07 Kelurahan Pisangan Ciputat Molek, Tangerang Selatan.
Hasil penelitian berdasarkan umur responden menunjukkan usia 45-50 tahun berjumlah 47 orang (31%), usia 51-55 tahun berjumlah 107 orang (69%). Berdasarkan hasil uji hipotesis disimpulkan bahwa menopause ada pengaruh yang signifikan terhadap mata kering. Kesimpulannya ada hubungan antara kejadian menopause dengan sindrom mata kering, didapatkan pada wanita usia 50 tahun keatas yang lebih sering mengalami sindrom mata kering sedangkan pada wanita dengan usia dibawah 50 tahun jarang terjadi sindrom mata kering.
| KTI00360 | KTI LK 24 00360 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2024) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain