Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • BEBAS PUSTAKA
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Pengaruh Edukasi Terhadap Keputusan Pembelian Lensa Anti Blue Ray Pada Penderita Myopia Usia Remaja Di Optik RIKRIK Tahun 2024

Ikhsan Akbar Ilhami - Nama Orang; Mohammad Husein - Nama Orang; Akhmad Aswari - Nama Orang;

Mata adalah bagian dari panca indera yang berfungsi menangkap informasi yang ada disekitarnya mengirim sinyal ke otak untuk diolahsehingga bisa melihat dan membedakan bentuk, warna, tekstur, dan gerak. Salah satu gangguan penglihatan pada mata adalah Kelainan refraksi meliputi Myopia, Hypermetropia, Astigmatism. Dari Kelainan Refraksi tersebut bisa dikoreksi dengan menggunakan lensa kacamata.
Kelainan refraksi yang dialami pada usia remaja ( 10 sampai 19 tahun) adalah myopia. Berbagai faktor dapat mempengaruhi progresivitas myopia pada usia remaja. Faktor genetik dan kebiasaan atau perilaku membaca dekat disertai penerangan yang kurang menjadi faktor utama terjadinya myopia. Faktor gaya hidup mendukung tingginya akses anak terhadap media visual yang ada. Kurangnya aktivitas luar juga mempengaruhi pertumbuhan myopia.
Sinar biru adalah sinar tidak tampak secara alami diproduksi oleh matahari, tetapi sinar biru juga bisa dihasilkan dari perangkat elektronik seperti komputer, televisi, layar smartphone, dan lampu neon. Salah satu cara untuk menghindari dari paparan sinar biru adalah dengan menggunakan lensa anti blue ray .
Dengan memberikan edukasi secara detail tentang bahaya dari sinar biru dan cara mengatasinya di harapkan bias memberikan kesadaran kepada penderita myopia usia remaja untuk selalu bias menjaga kesehatan mata nya. Sehingga bisa mempengaruhi terhadap keputusan pembelian lensa anti blue ray tersebut.
Dari hasil penelitian terhadap 30 responden ,berdasarkan karakteristik responden diperoleh usia remaja akhir sebesar 15 responden atau 50%, dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 16 responden atau 53,3%, dan dengan kelainan myopia rendah sebesar 23 responden atau 76.7%.
Dari analisis data Karya Tulis ini diperoleh bahwa uji validitas untuk variabel edukasi dan variabel keputusan pembelian dinyatakan valid karena setiap pertanyaan mempunyai nilai r hitung > dari r tabel yaitu 0.3061. Hasil Uji reliabilitas bahwa Cronbanch alpha untuk variabel kelainan refraksi 0.709 dan pemilihan lensa 0.878 lebih tinggi dari cronbanch alpha yang diisyaratkan yaitu 0.060 , jadi di nyatakan bahwa hasil instrument ini dinyatakan mempunyai reliabilitas tinggi atau dapat dipercaya. Berdasarkan hasil uji normalitas nilai signifikansi 0.052 > 0.05,maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Dari uji hipotesis diperoleh data menunjukkant t hitung . dari t tabel yaitu 12.127 > dari 2.0494 maka H0 ditolak ( H1 diterima ) berarti edukasi mempengaruhi terhadap keputusan pembelian lensa anti blue ray pada penderita myopia usia remaja di Optik RIKRIK Tangerang.


Ketersediaan
KTI00384KTI KR 24 00384Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2024)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI KR 24 00384
Penerbit
Jakarta : Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta., 2024
Deskripsi Fisik
xiii, 35 hlm.: ilus.; 32 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
KTI KR
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Edukasi
Myopia
Klinik refraksi
sinar biru
Usia Remaja
Lensa anti blue ray
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Ikhsan Akbar Ilhami, Mohammad Husein, Akhmad Aswari
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Pengaruh Edukasi Terhadap Keputusan Pembelian Lensa Anti Blue Ray Pada Penderita Myopia Usia Remaja Di Optik RIKRIK Tahun 2024
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta
  • Repository
  • e-Journal Optometri
  • Website

Tentang Kami

Yayasan Lembaga Pendidikan Refraksionist Optisien Indonesia (LEPRINDO) didirikan pada 16 Mei 1978 dan Institusi dahulu bernama “Institusi Refraksionis Optisien”, yang awalnya menyelenggarakan program Diploma I. Dengan berjalannya waktu, serta kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tenaga Ahli Madya Refraksionis Optisien, maka sejak tahun 1986 berubah menjadi program pendidikan jenjang Diploma III Ahli Madya Refraksionis Optisien dan Institusi bernama “AKADEMI REFRAKSI OPTISI LEPRINDO JAKARTA” yang hingga saat ini telah meluluskan sebanyak 43 angkatan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Permohonan Koleksi Baru Feedback Pemustaka Cek Plagiasi Karya Tulis Ilmiah

© 2026 — Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik