Text
Pengaruh Edukasi Terhadap Keputusan Pembelian Lensa Anti Blue Ray Pada Penderita Myopia Usia Remaja Di Optik RIKRIK Tahun 2024
Mata adalah bagian dari panca indera yang berfungsi menangkap informasi yang ada disekitarnya mengirim sinyal ke otak untuk diolahsehingga bisa melihat dan membedakan bentuk, warna, tekstur, dan gerak. Salah satu gangguan penglihatan pada mata adalah Kelainan refraksi meliputi Myopia, Hypermetropia, Astigmatism. Dari Kelainan Refraksi tersebut bisa dikoreksi dengan menggunakan lensa kacamata.
Kelainan refraksi yang dialami pada usia remaja ( 10 sampai 19 tahun) adalah myopia. Berbagai faktor dapat mempengaruhi progresivitas myopia pada usia remaja. Faktor genetik dan kebiasaan atau perilaku membaca dekat disertai penerangan yang kurang menjadi faktor utama terjadinya myopia. Faktor gaya hidup mendukung tingginya akses anak terhadap media visual yang ada. Kurangnya aktivitas luar juga mempengaruhi pertumbuhan myopia.
Sinar biru adalah sinar tidak tampak secara alami diproduksi oleh matahari, tetapi sinar biru juga bisa dihasilkan dari perangkat elektronik seperti komputer, televisi, layar smartphone, dan lampu neon. Salah satu cara untuk menghindari dari paparan sinar biru adalah dengan menggunakan lensa anti blue ray .
Dengan memberikan edukasi secara detail tentang bahaya dari sinar biru dan cara mengatasinya di harapkan bias memberikan kesadaran kepada penderita myopia usia remaja untuk selalu bias menjaga kesehatan mata nya. Sehingga bisa mempengaruhi terhadap keputusan pembelian lensa anti blue ray tersebut.
Dari hasil penelitian terhadap 30 responden ,berdasarkan karakteristik responden diperoleh usia remaja akhir sebesar 15 responden atau 50%, dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 16 responden atau 53,3%, dan dengan kelainan myopia rendah sebesar 23 responden atau 76.7%.
Dari analisis data Karya Tulis ini diperoleh bahwa uji validitas untuk variabel edukasi dan variabel keputusan pembelian dinyatakan valid karena setiap pertanyaan mempunyai nilai r hitung > dari r tabel yaitu 0.3061. Hasil Uji reliabilitas bahwa Cronbanch alpha untuk variabel kelainan refraksi 0.709 dan pemilihan lensa 0.878 lebih tinggi dari cronbanch alpha yang diisyaratkan yaitu 0.060 , jadi di nyatakan bahwa hasil instrument ini dinyatakan mempunyai reliabilitas tinggi atau dapat dipercaya. Berdasarkan hasil uji normalitas nilai signifikansi 0.052 > 0.05,maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Dari uji hipotesis diperoleh data menunjukkant t hitung . dari t tabel yaitu 12.127 > dari 2.0494 maka H0 ditolak ( H1 diterima ) berarti edukasi mempengaruhi terhadap keputusan pembelian lensa anti blue ray pada penderita myopia usia remaja di Optik RIKRIK Tangerang.
| KTI00384 | KTI KR 24 00384 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2024) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain