Text
Gambaran Tajam Penglihatan Pasca Operasi Katarak di Klinik Mata Utama Tangerang Selatan tahun 2024
Masalah gangguan penglihatan dan kebutaan merupakan isu kesehatan masyarakat yang besar, terutama di kalangan lansia di seluruh dunia. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup, peningkatan risiko jatuh, dan kematian. Kebutaan merujuk pada tajam penglihatan kurang dari 3/60 atau lapang pandang kurang dari 10 derajat dari titik fiksasi. Katarak merupakan salah satu penyebab utama kebutaan di dunia, baik di negara maju maupun berkembang.
Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini mencakup semua pasien katarak yang telah menjalani operasi di Klinik Mata. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan total sampling. Analisis data dilakukan dengan metode statistika deskriptif yaitu distribusi frekuensi.
Total responden pada penelitian ini 110 orang. Pada kategori jenis kelamin didapatkan 66 laki-laki (60%) dan 44 perempuan (40%), sedangkan pada kategori usia didapatkan 3 orang (3%) dengan usia 83 tahun didapatkan 1 orang (1%). Untuk status setelah operasi yang maju terdapat 109(99%) orang sedangkan yang tidak maju terdapat 1(1%) orang dari total 110 orang yang melakukan operasi phaco.
Pada kategori katarak imatur didapatkan 43 orang (40%), katarak matur didapatkan 15 orang (13%), katarak senilis didapatkan 44 orang (40%), sedangkan katarak hipermatur didapatkan 8 orang (7%). Setelah operasi, sebagian besar menunjukkan peningkatan visus, yaitu 109 orang (99%). Visus yang paling banyak mencapai
| KTI00389 | KTI KR 24 00389 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2024) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain