Text
Perbandingan Tensi Darah Sebelum dan Sesudah Olahraga terhadap Tajam Penglihatan di Kelompok Olahraga Kelurahan Pisangan
Di seluruh dunia, masalah kesehatan yang berkaitan dengan penglihatan, seperti rendahnya ketajaman penglihatan (low visual acuity) telah menjadi perhatian yang semakin meningkat. Ketajaman penglihatan yang rendah dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup individu, termasuk kemampuan belajar, produktivitas, dan kesehatan mental. Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan kondisi seperti retinopati hipertensif, dimana pembuluh darah di retina mengalami kerusakan, yang dapat mengurangi ketajaman penglihatan. Dalam konteks ini, penting untuk menjaga tekanan darah dalam batas normal untuk mendukung kesehatan mata dan mencegah gangguan penglihatan.
Jenis penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini mencakup anggota kelompok olahraga senam dan futsal yang berjumlah 75 orang yang beraktivitas setiap minggu. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan di penelitian ini adalah purposive sampling. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini ialah distribusi frekuensi, uji normalitas, dan uji wilcoxon.
Hasil penelitian ini menunjukkan jenis kelamin pria berjumlah 42 orang dengan persentase 56% dan wanita berjumlah 33 orang dengan persentase 44%. Rata-rata hasil tensi sistolik sebelum aktivitas berjumlah 131 mmHg dan rata-rata tensi sesudah 135 mmHg. Lalu, rata-rata hasil tensi diastolik sebelum aktivitas berjumlah 80 mmHg dan rata-rata tensi sesudah 86 mmHg. Selanjutnya, hasil rata-rata pulse sebelum aktivitas berjumlah 91 menit dan hasil rata-rata pulse sesudah aktivitas berjumlah 102 menit.
Berdasarkan uji wilcoxon yang sudah dilakukan di SPSS didapatkan hasil
| KTI00392 | KTI KR 25 00392 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2025) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain