Text
Hubungan Astigmat Kornea dengan Rotasi Lensa Kontak Lunak Torik pada Mahasiswa/I ARO Leprindo Tahun 2025
Astigmatisme adalah kelainan refraksi yang terjadi akibat cahaya yang masuk pada mata lebih dari satu bidang fokus, sehingga cahaya yang masuk tidak dapat difokuskan oleh retina. Astigmatisme dapat dikoreksi dengan kacamata dan lensa kontak torik. Penggunaan lensa kontak torik pada penderita astigmatisme menunjukkan peningkatkan tajam penglihatan dengan kontras tinggi dan rendah.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer, karena data didapatkan dari hasil sampel terbaru. Populasi yang digunakan adalah mahasiswa ARO Leprindo reguler berjumlah 168 orang. Sampel yang dibutuhkan pada penelitian ini berjumlah 63 orang. Teknik sampling menggunakan probability sampling yaitu simple random sampling. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah distribusi frekuensi dan uji chi square.
Pada penelitian ini didapatkan pemakai kacamata terdapat 19 responden (24%) dan bukan pemakai kacamata terdapat 60 responden (76%). Hasil analisis menunjukkan astigmat kornea with the rule dengan axis 0°-30° sebanyak 62 mata (39%) dan 80 mata (51%) pada axis 150°-180°. Pada kelompok astigmat kornea 0.75-1.25, 36 mata (23%) mengalami rotasi arah yang sama dan 27 mata (17%) mengalami rotasi dengan arah yang tidak sama, sehingga total 63 mata (40%) dalam kelompok ini.
Dari hasil data pada penelitian ini telah disimpulkan bahwa hubungan antara variabel X (astigmat kornea) dan Variabel Y (rotasi lensa kontak torik) tidak ada hubungan dikarenakan nilai dari chi square hitung < chi square tabel.
| KTI00395 | KTI LK 25 00395 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2025) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain