Text
Analisis Penglihatan Stereopsis Dengan Metode Titmus Fly Pada Mahasiswa ARO Leprindo Jakarta
Penglihatan binokuler khususnya stereopsis dapat mengurangi kemampuan untuk memperkirakan jarak, contoh alat yang bisa digunakan untuk pemeriksaan penglihatan tiga dimensi adalah titmus fly yang merupakan alat tes dengan jenis contured base test dengan lensa polaroid.
Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif pada mahasiswa ARO Leprindo, metode uji Titmus Fly, Populasi berjumlah 158 orang, sampel berjumlah 113 orang, sumber data primer dengan observasi langsung.
Hasil penelitian dari total responden 117 responden (100%) perempuan 60 responden (51 %), laki-laki 57 responden (49%), usia 17-20 tahun 81 responden (69 %), usia 24 – 30 4 responden (4 %), visus habitual jauh 20/20 99 responden (84,6 %), visus 20/40 5 responden (4,2%),Hasil fly test 117 responden (100%) mencapai 3552 arcsec, animal test dengan 110 responden (94%) mencapai 100 arcsec, dua responden (1,7%) mencapai 200 arcsec, tiga responden (2.6%) mencapai 400 arcsec, dua responden (1,7%) 3552 arcsec, circle test 43 responden (36,8%) mencapai 40 arcsec, 13 responden (11,1%) mencapai 50 arcsec, 10 responden (8,5%) mencapai 60 arcsec, 24 responden (20,5%) mencapai 80 arcsec, 10 responden (8,5%) mencapai 100 arcsec, dua responden (1,7%) mencapai 140 arcsec, tujuh responden (6%) mencapai 200 arcsec, lima responden (4,3%) mencapai 400 arcsec, satu responden (0,9%) mencapai 800 arcsec, dua responden (1,7%) mencapai 3552 arcsec. Dari penelitian didapatkan 66 responden (57%) normal, 33 responden (28%) lemah dan 18 responden sangat lemah (15%)
Dari hasil penelitian yang telah lakukan dapat disimpulkan rata-rata responden memiliki penglihatan stereopsis normal, secara umum titmus fly test sangat efektif dilakukan sebagai screening penglihatan stereopsis.
| KTI00404 | KTI KR 25 00404 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2025) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain