Text
Perbandingan Hasil Akomodasi dengan Metode Push Up dan Push Down pada Mahasiswa ARO Leprindo Jakarta
Pemakaian perangkat digital secara berlebihan serta diperburuk oleh pencahayaan yang kurang, dapat menyebabkan gangguan akomodasi pada mata. Aktivitas membaca jarak dekat yang terlalu lama juga mempengaruhi gangguan akomodasi. Gangguan ini berkontribusi dalam munculnya kelainan refraksi seperti miopia, hipermetropia, astigmatisma.
Pengukuran akomodasi penting dilakukan untuk mengetahui adanya masalah dengan fokus, terutama pada jarak dekat, menggunakan metode push up dan push down. Dengan dua metode tersebut dapat mengetahui bagaimana perbandingan hasilnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Jumlah populasi yang diperiksa pada penelitian ini sebanyak 116 orang responden, Untuk analisa data ini, menggunakan program spss.
Hasil penelitian menunjukkan karekteristik dari total responden 116 orang dengan rentang usia 18-25 tahun. Seluruh responden mencapai visus 20/20 pada kedua mata. Pada metode push up mata kanan, yang menderita insufisiensi sebanyak 38 mata, normal sebanyak 67 mata, dan ekses sebanyak 11 mata. Pada metode push down mata kanan, yang menderita insufisiensi sebanyak 45 mata, normal sebanyak 60 mata, dan ekses sebanyak 11 mata. Pada metode push up mata kiri, yang menderita insufisiensi sebanyak 37 mata, normal sebanyak 71 mata, dan ekses sebanyak 8 mata. Pada metode push down mata kiri, yang menderita insufisiensi sebanyak 44 mata, normal sebanyak 64 mata, dan ekses sebanyak 8 mata.
| KTI00420 | KTI KR 25 00420 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2025) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain