Text
Analisis Persepsi Penggunaan Lensa Kontak Pada Pengguna Kacamata Di Optik LOOV
Gangguan penglihatan merupakan tantangan global yang signifikan dan diperkirakan akan semakin memburuk. Kelainan refraksi telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko yang berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan. Lensa kontak juga digunakan untuk mengoreksi kelainan refraksi dengan pengguna sekitar 140 juta orang lebih, karena lensa kontak mempunyai kelebihan dibanding kacamata, yaitu memiliki lapang pandang yang luas dan mata tampak alami. Kebanyakan di negara-negara berkembang, penggunaan lensa kontak jarang direkomendasikan oleh beberapa ahli yang kompeten dibidangnya.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif, populasi penelitian ini adalah seluruh kustomer dan staf pengguna kacamata di Optik LOOV yang berjumlah 71 orang, menggunakan total sampling yang berjumlah 71 orang dari seluruh anggota populasi. Sumber data menggunakan data primer berupa kuesioner, dengan memenuhi kriteria inklusi, analisa data menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian dari total responden yang berjumlah 71 orang, dari total 71 responden yang terbanyak berjenis kelamin perempuan 37 orang (52%), usia responden terbanyak pada 21-25 tahun berjumlah 23 orang (32%), bedasarkan persepsi yang dihasilkan antara responden pengguna dan non pengguna memiliki perbedaan mean pada pertanyaan terutama dalam faktor kenyamanan sebesar 2,8 dan pada faktor estetika sebesar 1,7.
Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan terdapat pada faktor kenyamanan dan estetika, perbedaan ini menunjukan persepsi yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman langsung. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan edukasi kepada khalayak umum secara menyeluruh supaya dapat meminimalisir terjadinya fenomena tersebut.
| KTI00429 | KTI LK 25 00429 | Perpustakaan Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta (Karya Tulis Ilmiah 2025) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain