Text
Gambaran Perbaikan VIsus Pasca Operasi Pada Pasien Katarak Di Ciputra SMG Eye Clinic Jakarta Tahun 2021
Katarak merupakan penyebab utama penurunan tajam penglihatan hingga kebutaan. Faktor resiko yang mempengaruhi katarak adalah usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Modalitas utama pada tatalaksana katarak adalah pembedahan dengan metode Ekstraksi Katarak Ekstra Kapsuler (EKEK). Teknik operasi yang dilakukan pada pasien katarak disesuaikan dengan kondisi pasien. (Ilyas, 2007)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran tajam penglihatan penderita katarak pasca operasi.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah data responden sebanyak 38 responden. Olah data yang dilakukan dengan menggunakan metode univariat dan data ditulis dalam bentuk tabulasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder, penulis memperoleh data dari Ciputra SMG Eye Clinic dengan data operasi katarak pada tahun 2020.
Hasil penelitian diperoleh penderita katarak terbanyak pada rentang usia 56 - 64 tahun dengan jumlah 15 orang (39,5%). Tajam penglihatan terburuk sebelum operasi yaitu 1/300 dengan jumlah 2 orang (5,3%). Sedangkan visus terbaik sebelum operasi adalah 6/12F2 dengan jumlah 2 orang (5,3%). Setelah operasi diperoleh data visus terbaik yaitu 6/6 dengan jumlah 10 orang (26,3%) dan visus terburuk pasca opersai yaitu 6/8.5F2 dengan jumlah 1 orang (2,6%).
| KTI00358e | KTI KR 21 00358e | perpus.e-leprindo.ac.id | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain