Text
Gambaran Kelainan Refraksi Pada Anak Di optik Tunggal Summarecon Mall Serpong Tahun 2021
Kelainan refraksi merupakan penyebab terbanyak gangguan penglihatan
pada anak yang dapat dengan mudah dikoreksi dan paling banyak ditemukan pada
usia sekolah (5-19 tahun). Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi akan
berdampak negatif pada kualitas hidup anak bahkan dapat berujung pada
kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelainan refraksi
pada anak di Optik Tunggal Summarecon Mali Serpong.
Metode penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan
menggunakan teknik pengumpulan data sampel pembelian kacamata di Optik
Tunggal Summarecon Mali Serpong selama tahun 2021. Data yang diperoleh
selanjutnya dianalisa dengan analisa statistik deskriptif.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa dari bulan januari sampai bulan
desember tahun 2021 jumlah kelainan refraksi di Optik Tunggal meningkat
(39,5%) yang mengalami kelainan refraksi dengan 100% jenis kelainan refraksi
miopia. Kelainan refraksi paling banyak ditemukan pada perempuan (n= 25)
(50%). Kelainan refraksi berdasarkan usia paling banyak pada usia 17 tahun (n=
4) (57,1%).
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis kelainan refraksi
terbanyak pada anak Optik Tunggal Summarecon Mali adalah miopia, pada
anak perempuan dengan usia 12-17 tahun.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain